RADAR SUARA.COM, Brebes-Aksi heroik seorang juru parkir lansia di Kabupaten Brebes menjadi perhatian publik setelah berhasil menggagalkan upaya pencurian uang nasabah senilai Rp 3,6 miliar dengan modus pecah kaca mobil. Keberanian tersebut ditunjukkan Kusriyati (65), seorang juru parkir yang sehari-hari bertugas di kawasan Jalan Ahmad Yani, Brebes.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (15/6/2026) sore itu menunjukkan bahwa keberanian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapat menjadi faktor penting dalam mencegah tindak kejahatan. Meski menghadapi risiko besar, Kusriyati tidak ragu berteriak meminta pertolongan saat melihat aksi pencurian berlangsung di depan matanya.
Teriakan Lantang Gagalkan Aksi Pelaku
Sore itu, suasana di kawasan perbankan Jalan Ahmad Yani mendadak berubah tegang ketika Kusriyati melihat sebuah mobil Pajero Sport didatangi orang yang tidak dikenalnya.
Tak lama kemudian terdengar suara kaca pecah. Pelaku dengan cepat mengambil bungkusan plastik dari dalam kendaraan yang ternyata berisi uang dalam jumlah sangat besar.
Melihat kejadian tersebut, Kusriyati langsung bereaksi. Tanpa mempedulikan keselamatan dirinya, ia berteriak keras untuk menarik perhatian warga sekitar.
“Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak, pencuri… pencuri…!” kenang Kusriyati saat ditemui di sela aktivitasnya, Rabu (17/6/2026).
Teriakan itu membuat situasi menjadi gaduh dan mengundang perhatian masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Pelaku Panik, Uang Miliaran Rupiah Sempat Tercerai Berai
Mendengar teriakan warga, pelaku yang panik berusaha melarikan diri dengan menaiki sepeda motor yang sudah disiapkan rekannya.
Namun upaya kabur tersebut tidak berjalan mulus. Pembonceng motor sempat terseret beberapa meter di atas aspal karena berusaha mempertahankan bungkusan plastik berisi uang hasil curian.
Dalam kondisi panik dan terguncang, sebagian uang yang dibawa pelaku sempat tercecer di jalan. Meski demikian, para pelaku akhirnya berhasil melarikan diri dengan melawan arus ke arah barat.
Beruntung, aksi cepat Kusriyati membuat uang senilai Rp 3,6 miliar tersebut berhasil diselamatkan sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
Sosok Pejuang Hidup di Balik Aksi Heroik
Di balik keberaniannya, Kusriyati merupakan sosok perempuan sederhana yang telah lama berjuang menghidupi keluarganya. Sejak ditinggal wafat sang suami, Darpin, ia menjalani hidup sebagai janda dan membesarkan lima orang anak.
Setiap hari, Kusriyati mencari nafkah sebagai juru parkir sekaligus menjual minuman ringan di sebuah petak kecil yang berada di seberang kantor bank tempat kejadian berlangsung.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, perempuan lansia tersebut menunjukkan keberanian luar biasa ketika melihat tindak kejahatan terjadi di hadapannya.
Hanya Terima Rp100 Ribu, Bahkan Dibagi untuk Rekan Sesama Pekerja
Aksi penyelamatan uang miliaran rupiah yang dilakukan Kusriyati ternyata tidak berbanding lurus dengan apresiasi yang diterimanya.
Pemilik dana, Kliwon Alwawan, memberikan uang sebesar Rp100 ribu sebagai bentuk ucapan terima kasih atas keberaniannya membantu menggagalkan aksi pencurian tersebut.
Namun, uang tersebut tidak dinikmati sendiri oleh Kusriyati. Dengan sikap yang mencerminkan kesederhanaan dan kebersamaan, ia memilih membagikan uang itu kepada dua rekan sesama juru parkir serta seorang tukang ojek yang berada di lokasi kejadian.
“Dikasih Rp100 ribu sama yang punya uang. Terus dibagi empat, saya, kanca parkir dua orang, sama tukang ojek. Dapat Rp25 ribuan,” tuturnya.
Kisah Kusriyati menjadi gambaran bahwa kepedulian dan keberanian tidak selalu lahir dari mereka yang memiliki jabatan atau kekuasaan. Dari seorang juru parkir lansia yang hidup sederhana, masyarakat kembali diingatkan bahwa tindakan kecil yang dilakukan dengan ketulusan dapat memberikan dampak besar bagi banyak orang.***










