RADAR SUARA.COM,Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meskipun muncul berbagai kritik, demonstrasi, serta tuntutan penghentian sementara dari sejumlah kelompok masyarakat, mahasiswa, dan elemen lainnya.
Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai memiliki manfaat strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok penerima manfaat lainnya di berbagai daerah di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, yang menegaskan bahwa tidak ada ruang negosiasi untuk menghentikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program tersebut karena manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Qodari: Tidak Ada Negosiasi Penghentian Program
Dalam keterangannya, Muhammad Qodari menegaskan bahwa berbagai kritik maupun aksi demonstrasi yang muncul merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun demikian, pemerintah memastikan program MBG akan terus berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Ia menilai bahwa berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan distribusi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah tetap menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Evaluasi Dilakukan Tanpa Menghentikan Program
Pemerintah juga menegaskan bahwa proses evaluasi dan perbaikan tata kelola program dapat dilakukan secara paralel tanpa harus menghentikan pelaksanaannya.
Menurut pemerintah, setiap program berskala nasional tentu memiliki tantangan dalam implementasi di lapangan. Karena itu, langkah perbaikan akan terus dilakukan agar distribusi manfaat dapat berjalan lebih optimal.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap penerima manfaat tetap mendapatkan layanan yang telah dirancang, sembari berbagai aspek teknis dan administrasi terus disempurnakan.
Dorongan Transparansi dan Pengawasan
Di sisi lain, sejumlah kalangan terus mendorong peningkatan transparansi, pengawasan, serta akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Mereka menilai pengawasan yang kuat diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran dan distribusi manfaat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain itu, berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi guna memperkuat efektivitas program di masa mendatang.
Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meningkatkan akses gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia.(ia/radar-suara.com)










