AI Bongkar Anggaran Janggal Pemerintah, Dashboard “Nemesis Assai” Jadi Sorotan Publik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR SUARA.COM,Jakarta-Inovasi anak bangsa buka peluang transparansi Anggaran Negara yang lebih ketat. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menunjukkan peran strategis dalam mengawasi pengelolaan anggaran negara.

Seorang AI engineer asal Indonesia, Abil Sudarman bersama timnya mengembangkan sebuah dashboard analisis bernama “Nemesis Assai” yang mampu menelusuri jutaan data pengadaan pemerintah secara otomatis dan sistematis.

Sistem tersebut memanfaatkan data resmi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memetakan berbagai potensi kejanggalan dalam belanja negara.

Melalui teknologi AI, data pengadaan dianalisis dan diklasifikasikan ke dalam sejumlah kategori risiko, mulai dari tingkat “medium”, “high”, hingga kategori ekstrem yang disebut “absurd”. Pendekatan ini dinilai menjadi terobosan baru dalam mendorong transparansi dan pengawasan anggaran publik secara digital.

Temuan Pengadaan Fantastis Jadi Perhatian Publik

Dari hasil analisis yang dilakukan sistem Nemesis Assai, sejumlah pengadaan dengan nilai fantastis berhasil menarik perhatian publik. Beberapa di antaranya mencakup pengadaan kendaraan mewah bernilai miliaran rupiah hingga anggaran tanaman hias yang disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Temuan-temuan tersebut kemudian memicu diskusi luas mengenai efektivitas, urgensi, dan kewajaran penggunaan anggaran negara di berbagai instansi pemerintahan.

Meski menggunakan teknologi AI canggih, tim pengembang menegaskan bahwa seluruh hasil analisis tetap melalui tahap verifikasi manusia sebelum ditindaklanjuti lebih jauh.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi data, memahami konteks pengadaan secara menyeluruh, serta menghindari kesalahan interpretasi yang dapat menimbulkan kesimpulan keliru di tengah masyarakat.

Dorong Pengawasan Publik dan Minimalkan Penyimpangan

Kehadiran Nemesis Assai dinilai membuka peluang besar bagi terciptanya sistem pengawasan anggaran yang lebih terbuka, kolaboratif, dan akuntabel.

Dengan konsep open system dan partisipasi publik, dashboard ini diharapkan dapat menjadi alat kontrol sosial yang efektif dalam memantau penggunaan uang negara secara real time.

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan tidak hanya berfungsi untuk kebutuhan industri dan bisnis, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap akuntabilitas anggaran, pemanfaatan AI seperti Nemesis Assai dipandang berpotensi menjadi salah satu solusi modern untuk meminimalkan penyimpangan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara.(Sumber : IG@Fatkhul.Kuadrat/ilham@radar-suara.com)

Berita Terkait

Ancaman Baru terhadap Kebebasan Pers Digital
Pentingnya Haluan Pembangunan Jangka Panjang untuk Menjaga Konsistensi Kebijakan
Meski Didemo Mahasiswa, Pemerintah Tegas: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan
Benchmarking Jurnal FSH UIN Alauddin ke UIN Ar-Raniry: Strategi Akselerasi Menuju Scopus Q1
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
Stranger Things First Season | Official Final Trailer | Netflix
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:41 WIB

AI Bongkar Anggaran Janggal Pemerintah, Dashboard “Nemesis Assai” Jadi Sorotan Publik

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:12 WIB

Ancaman Baru terhadap Kebebasan Pers Digital

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:58 WIB

Pentingnya Haluan Pembangunan Jangka Panjang untuk Menjaga Konsistensi Kebijakan

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:08 WIB

Meski Didemo Mahasiswa, Pemerintah Tegas: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:38 WIB

Benchmarking Jurnal FSH UIN Alauddin ke UIN Ar-Raniry: Strategi Akselerasi Menuju Scopus Q1

Berita Terbaru