Tingkatkan Kualitas Dakwah, Pemkot Makassar Gelar Pelatihan Kompetensi Mubalig

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR-SUARA.COM,Makassar– Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tatanan nilai keagamaan di masyarakat.

Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan agenda strategis berupa Bimbingan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Muballigh Angkatan II.

Acara ini dirancang sebagai wadah penyegaran sekaligus peningkatan kapasitas bagi para penyeru kebaikan di Kota Daeng.

Pemilihan Lokasi Strategis

Kegiatan penting ini mengambil tempat di salah satu akomodasi legendaris, yaitu Makassar Golden Hotel yang beralamat di Jalan Pasar Ikan Nomor 52.

Pemilihan lokasi di pusat kota ini sengaja dilakukan demi memberikan kenyamanan dan aksesibilitas yang mudah bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru wilayah.

Suasana hotel yang representatif dinilai sangat mendukung kekhusyukan jalannya proses belajar-mengajar.

Visi Besar Pemimpin Daerah

Program ini berjalan di bawah naungan visi besar jajaran pemimpin daerah, yakni Walikota Munafri Arifuddin, S.H. dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham, S.E., M.Ap.

Kehadiran nama dan foto kedua tokoh tersebut pada latar panggung menegaskan bahwa pembangunan mental spiritual warga merupakan prioritas utama yang mendapat perhatian langsung dari pucuk pimpinan kota.

Tantangan Zaman bagi Da’i

Tantangan yang dihadapi oleh para mubalig di era modern saat ini tentu jauh berbeda dan semakin kompleks dibandingkan era-era sebelumnya.

Di era gempuran informasi digital, seorang pendakwah dituntut untuk tidak hanya menguasai ilmu tekstual, melainkan juga harus mampu membaca dinamika sosial yang berkembang cepat di tengah masyarakat luas.

Hal inilah yang menjadi pemantik utama diadakannya pelatihan intensif ini.

Strategi Dakwah Berwawasan Sejuk

Tujuan mendasar dari bimbingan kompetensi ini adalah melahirkan para mubalig yang mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan narasi yang sejuk dan meneduhkan.

Pemkot Makassar berharap, melalui materi yang terstruktur, para pemateri keagamaan dapat meredam potensi konflik sosial dan radikalisme.

Dakwah yang disampaikan secara santun akan lebih mudah diterima oleh hati masyarakat yang majemuk.

Antusiasme Tinggi Para Peserta

Berdasarkan pantauan langsung di dalam ruang diklat, atmosfer kegiatan terasa begitu hidup dan dipenuhi energi positif.

Ruangan dipenuhi oleh para peserta yang datang dengan semangat tinggi untuk menyerap ilmu baru dari para mentor.

Mereka tampak duduk rapi, menyiapkan catatan, dan sesekali terlibat dalam diskusi interaktif yang memecah kekakuan suasana kelas.

Fokus pada Teknik Penguasaan Tajwid

Salah satu materi inti yang dikupas tuntas dalam pelatihan ini adalah mengenai pentingnya penguasaan ilmu tajwid.

Seorang mubalig yang hebat tidak hanya dinilai dari seberapa dalam ilmu yang ia miliki, melainkan mampu juga menjadi imam shalat.

Suasana Santai Tapi Serius

Meskipun materi yang dibahas tergolong berat dan memerlukan konsentrasi penuh, jalannya pelatihan tetap dikemas dalam suasana yang santai namun tetap serius.

Di atas meja hijau panjang milik peserta, telah disediakan lembaran kertas catatan, pulpen, serta botol-botol air mineral untuk menjaga fokus mereka.

Kombinasi fasilitas yang baik ini membuat para peserta betah mengikuti sesi demi sesi yang berlangsung cukup panjang.

Peran Penting Mubalig di Lapangan

Mubalig di mata Pemerintah Kota Makassar bukan sekadar orang yang bertugas berdiri di atas mimbar saat ibadah formal saja.

Lebih dari itu, mereka adalah ujung tombak dan mitra strategis pemerintah yang bersentuhan langsung dengan akar rumput.

Setiap ucapan dan tindakan mereka di tengah masyarakat memiliki pengaruh besar dalam mengarahkan opini dan perilaku warga ke arah yang positif.

Dampak Jangka Panjang Bagi Kota

Dampak jangka panjang yang diharapkan dari investasi sumber daya manusia di bidang keagamaan ini adalah terciptanya iklim kota yang aman, damai, dan harmonis.

Ketika masyarakat dipandu oleh para pemuka agama yang cerdas, bijak, dan berwawasan luas, maka potensi gesekan sosial dapat diminimalisir secara dini.

Hal ini menjadi modal utama dalam menyukseskan program pembangunan fisik kota lainnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Sebagai penutup, kegiatan Bimbingan dan Pelatihan Kompetensi Muballigh Angkatan II ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan belaka.

Masyarakat luas menaruh harapan besar agar program pembinaan semacam ini bisa terus berlanjut secara berkala dan melahirkan gelombang-gelombang baru da’i berkualitas yang siap menuntun umat menuju kehidupan yang lebih sejahtera lahir dan batin. (Abdi Widjaja/Radar-Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Bus Pariwisata Terbakar di Dekat Pasar Selomerto Wonosobo, Diduga Akibat Korsleting AC
Juru Parkir Lansia Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar, Keberanian Kusriyati Jadi Sorotan
Jaga Optimisme Kebangsaan, Bawaslu Banten: Beri Pemerintah Kesempatan Jalankan Mandat Rakyat
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:55 WIB

Tingkatkan Kualitas Dakwah, Pemkot Makassar Gelar Pelatihan Kompetensi Mubalig

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:41 WIB

Bus Pariwisata Terbakar di Dekat Pasar Selomerto Wonosobo, Diduga Akibat Korsleting AC

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:34 WIB

Juru Parkir Lansia Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar, Keberanian Kusriyati Jadi Sorotan

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:40 WIB

Jaga Optimisme Kebangsaan, Bawaslu Banten: Beri Pemerintah Kesempatan Jalankan Mandat Rakyat

Berita Terbaru